Tanpa Beban

  • Ali 
hidup-tanpa-beban

Saya tidak tahu namanya. Jadi, saya memanggilnya suka-suka aja. Panggil John, Bob atau Brian. Toh orangnya tidak peduli.

John atau Bob ini suka ngomong sendiri. Ia tertawa kalau disapa. Ia sering tiduran di atas rumput samping kantor. Tidak peduli hari itu hujan atau panas. Ada kalanya ia bengong, sedang duduk di anak tangga atau nongkrong di tepian trotoar. Tapi tidak ada yang pernah berpikir bengongnya itu sedang meratapi hidup.

Bob bisa menjawab pertanyaan saya seperti orang normal. Misalnya kalau saya bertanya:  “Tukang mie ayam gak dateng?” Maka Bob akan menjawab: “Belum. Bentar lagi juga dateng.” Setelah itu Bob atau John ini tertawa geli.

Bob atau John ini beruntung. Selalu saja ada yang memberinya sesuatu. Misalnya si teteh warkop sering membuatkannya kopi. Tukang bakso membuatkannya bakso. Tukang mie ayam juga begitu. Beberapa orang juga memberikannya rokok. Mereka memberi bukannya karena takut. Justru karena ia tidak pernah mengganggu mereka.

Bob atau John ini mendapat apa yang orang-orang impikan: hidup bahagia tanpa beban. Tapi sayangnya tidak ada seorang pun yang mau bahagia mengikuti cara Bob.

<>

Tinggalkan Balasan