Social Distancing

  • Ali 
social-distancing-di-bekasi

Jum’at lalu saya dapat kiriman di grup WA bahwa masjid Al-Muhajirin, masjid di dekat rumah saya, tetap mengadakan sholat Jum’at. Alasannya: daerah kami masih aman.

Letak masjid itu sangat strategis. Berada di komplek perumahan Perumnas 2, tepat di belakang RS. Mitra Keluarga Bekasi Barat, pusat perkantoran dan SMAN 2 Bekasi. Jemaah sholat Jum’at bisa membludak. Beberapa waktu lalu teras masjid di sebelah utara sudah diperlebar. Sekarang sedang dalam penyelesaian penambahan tempat sholat lagi di sisi sebelah selatan. Dr. Adi Mirsa, yang dikabarkan meninggal tadi malam itu, sering berjemaah di masjid itu. Beliau dokter di RS. Mitra Keluarga Bekasi Barat dan RS. Ananda.

Beberapa hari sebelumnya DKM Masjid sudah mengantisipasi penyebaran Covid-19 dengan membersihkan masjid. Termasuk menggulung karpet. Para jemaah dianjurkan membawa sajadah.

Kegiatan ibadah berjalan seperti biasa. Jemaah tidak terlalu banyak berkurang. Hanya tidak ada lagi kuliah subuh atau kajian Sabtu ba’da maghrib.

Saya hanya khawatir. Kebanyakan jemaah tidak mengubah kebiasaan bersalaman. Saya tahu jemaah yang gemar salaman, yang menutup mulut dengan tangan waktu bersin dan batuk. Saya selalu berusaha menghindari sholat berdampingan dengan orang itu. Yang juga agak memaksa bersalaman meskipun orang di sebelahnya sedang berdzikir sambil merem.

Tapi sialnya siang itu orang itu berdiri di samping saya!

Kalau begitu, saya sudah punya rencana. Sehabis sholat saya langsung pergi duduk ke belakang. Beruntung, tidak ada masbuk di belakang barisan saya.

Sabtunya saya iseng pergi ke BCP. Di pintu masuk sudah disediakan hand sanitizer. Tapi pengunjung tidak diwajibkan membersihkan tangan di situ. Hari Hari Swalayan sudah dipenuhi pembeli. Padahal masih jam sebelas. Menjelang jam 12, antrian sudah sangat panjang. Yang kebanyakan membeli hand sanitizer Antis itu. Yang dijatah satu orang dua buah.

Toko Buku Gunung Agung sepertinya memilih tutup. Beberapa karyawan membereskan buku-buku. Rak-raknya sebagian sudah kosong. Toko itu sepertinya akan tutup selamanya.

Mal Metropolitan relatif lebih sepi. Beberapa toko memilih tutup. Bioskop XXI juga tutup. Masjid di lantai paling atas sudah tanpa karpet. Saya sholat dzuhur di sana. Yang sholat tidak bisa dibilang sedikit. Tapi kebiasaan salaman berkeliling ba’da sholat masih jalan.

Jalan di Kali Malang lengang. Jauh berbeda dari akhir pekan sebelumnya yang macet.

Ahad pagi ini saya mencoba melihat suasana di GOR. Di pasar pagi itu. Tapi hujan turun dan saya memilih berdiam di rumah sambil menulis artikel ini. Semoga saja para pedagang tidak berjualan. Untuk sementara.

Tinggalkan Balasan