Rumah Sakit Gotham Dibom

  • Ali 
rumah-sakit-gotham-dibom

Saya tidak suka minta tanda tangan dobel. Atau, titip tanda tangan. Saya orangnya idealis. Waktu itu.

Saya juga percaya produk yang saya bawa itu bagus. Kualitas terbaik. Dokter akan pakai produk itu.

Saya masuk tim BJ. Biru-Jingga. Biru itu isinya produk-produk untuk dokter THT. Seperti obat flu dan obat batuk. Salah satunya Rhinos. Obat flu. Yang bentuk kapsulnya transparan, yang isinya granul warna-warni. Yang mahal itu. Semua dokter tahu Rhinos. Sedangkan, produk Jingga itu berisi produk-produk obsgyn atau kandungan. Contohnya Folamil.

Saya merasa bangga bisa jadi medrep Dexa. Kata orang masuk Dexa itu susah. Soal psikotesnya banyak.

Dexa bisa dibilang memanjakan medrep-nya. Dexa memberikan seragam untuk medrep. Kemeja dan celana panjang bahan. Masing-masing dua stel. Selain itu Dexa juga rutin memberi tas. Tas ransel atau tas selempang.

Saking ‘dermawannya’ Dexa, teman saya sampai bilang, “Kerja di Dexa cuma modal celana dalem doang.”

Di minggu pertama kerja, saya harus menghapal nama-nama obat. Ada belasan obat yang saya bawa. Yang harus saya hapal komposisi, cara kerja, indikasi dan kontra indikasi-nya. Sulit memang. Coba saja eja Pseudoephedrine atau Allylestrenol. Saya saja perlu waktu satu bulan buat hapalin obat yang saya bawa. Itu pun ditambah training tiga minggu lagi.

Tapi saya lebih beruntung ketimbang tim Merah-Ungu. Yang bawa produk penyakit dalam itu. Yang harus hapal studi-studi dan bisa baca grafik di brosur.

Setelah satu minggu yang membosankan itu, akhirnya saya dilepas ke lapangan. Tandem dengan rekan satu area. Yang bawa produk Merah-Ungu. Namanya Zaki. Asal Brebes. Lulusan Unsoed (Universitas Jendral Sudirman).

Entah kenapa lulusan Unsoed itu banyak yang jadi medrep. Sampai ada yang berkelakar, seharusnya dibangun patung medrep di Unsoed.

Sebagai seorang senior, Zaki punya nasehat yang menenangkan. Ia bilang, “Tenang, Li. Area lo bagus. Nggak ada lo juga masuk target.”

Karena itu, di hari-hari pertama terjun ke lapangan itu, saya diajak ke MM. Makan di Jco. Lalu di hari lain saya diajak nonton di Mega Mal Bekasi. Film The Dark Knight itu. Habis nonton, Zaki bilang ke supervisornya kalau ia nggak bisa ngerep hari itu. Pasalnya, Rumah Sakit Gotham baru aja dibom.

<> 

Tinggalkan Balasan