Proximate Cause Covid-19

  • Ali 
proximate-cause

Kota Bekasi memang sudah masuk zona merah Covid-19. Menjadi daerah positif terinfeksi terbanyak di Jawa Barat. Mengutip dari website corona.bekasikota.go.id, jumlah ODP 488, PDP 241, dan terkonfirmasi positif 54. Yang meninggal karena Covid-19 masih 0. Hanya menyebutkan 34 orang yang meninggal karena penyakit khusus.

Saya belum tahu pasti yang dimaksud penyakit khusus. Apakah meninggal akibat penyakit di era pandemi ini jadi disebut penyakit khusus. Atau, mereka yang ODP atau PDP yang meninggal akibat penyakit selain Covid-19 itu disebut penyakit khusus.

Bagi saya, mengetahui penyebab kematian penting, apakah benar karena Covid-19 atau penyakit lain? Harus dibuktikan mana yang dominan jadi penyebab: Covid-19 atau penyakit lain?

Di samping itu pemerintah juga harus jujur dan terbuka. Melihat data penambahan orang positif terinfeksi yang jumlahnya cuma sekitaran 100 orang itu, bukan mustahil masyarakat masih merasa aman-aman saja. Lihat saja, masih banyak yang berseliweran di jalanan. Khususnya di Kota Bekasi itu.

Dalam hal pembuktian, pemerintah bisa contoh perusahaan asuransi yang berpegang pada prinsip Proximate Cause.

Proximate Cause itu bisa diibaratkan rangkaian kartu domino. Misalkan ada 10 kartu domino. Kartu domino pertama yang dijatuhkan akan membuat rangkaian kartu berikutnya hingga kartu ke-10 jatuh. Maka, kartu domino pertama itu sebagai Proximate Cause jatuhnya kartu ke-10.

Contoh lain. Sebuah rumah (rumah A) terbakar, sementara selama kebakaran itu rumah di sebelahnya (rumah B) mengalami penjarahan. Kebakaran rumah A tidak dapat disebut sebagai Proximate Cause atas penjarahan yang terjadi rumah B.

Ilustrasinya bisa dilihat di video di bawah ini:

Seandainya Proximate Cause diterapkan pada covid-19, maka virus itu akan menjadi penyebab reaksi berantai penyebab kematian. Prinsip itu akan mudah diterapkan jika seorang yang asalnya sehat tapi terinfeksi covid-19 dan kemudian meninggal (penyebab tunggal). Lalu bagaimana jika ada dua penyebab atau lebih yang menyebabkan pasien meninggal?

Misalnya:

  1. Pasien A positif Covid-19. Dalam perjalanan menuju rumah sakit mobil ambulan yang membawanya mengalami kecelakaan. Pasien A meninggal.
  2. Pasien B positif Covid-19. Tapi sebelum itu ia sudah mengidap penyakit jantung. Mendengar dirinya positif Covid-19, pasien A kaget, sakit jantungnya kambuh dan meninggal.
  3. Pasien C positif Covid-19. Tapi sebelum itu ia sudah mengidap sakit paru. Covid-19 memperparah kondisi paru-parunya, menyebabkan pasien C sesak nafas dan meninggal.

Dari ketiga contoh di atas, contoh no 3 yang paling pas buat menggambarkan istilah Proximate Cause, di mana penyebabnya utamanya (dominan) adalah Covid-19.

<>

Tinggalkan Balasan