Kangen Hujan

Alhamdulillah. Kemarin, sehabis maghrib turun gerimis. Agak deras dikit sehabis isya. Udara jadi lebih sejuk. Tapi besok paginya jalanan tampak kering seolah tidak pernah turun hujan. Beda dengan daerah teman saya di Jati Asih yang mengalami hujan deras. Dan basah besoknya.

Sebenarnya, hujan sudah beberapa kali turun di sebagian Bekasi. Kira-kira dua sampai tiga kali setiap bulannya. Kadang turun deras, kadang hanya berupa gerimis atau hujan ringan. Setelah itu, sama seperti hari-hari sebelumnya, terasa sangat panas.

Hujan jadi sesuatu yang sangat dirindukan. Saya suka bau hujan. Gemuruh air di atap rumah malah terasa menenangkan. Seperti musik. Mendengarkan gemuruh hujan dan hawa dingin yang menyelinap membuat tidur lebih nyenyak. Hujan juga menyimpan banyak kenangan. Seperti kala itu ketika berdua teman sekantor kehujanan menunggu bis. Saya menyelimuti badannya dengan kemeja saya supaya dia tidak kedinginan. Teman saya bahkan sampai ingat kejadian itu setelah bertahun-tahun lamanya. Dan kalau ditarik lebih jauh lagi ke masa anak-anak terlalu banyak kenangan saya bersama hujan. Sebagian kenangan itu terdengar sentimentil, seperti cerpen saya yang berlatar belakang hujan.

Tapi kali ini, saya lebih ingin hujan turun untuk saudara-saudara kami yang dilanda kekeringan. Juga untuk memadamkan hutan yang terbakar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *