Jum’atan Pertama

  • Ali 

Teman saya sempet-sempetnya upload di status Wa – foto jum’atan di masjid al-muhajirin – ketika khotib sedang khutbah.

Sebelumnya saya coba konfirmasi status itu. Apa benar itu jum’atan? Bisa saja cuma sholat dzuhur biasa. Kan memang, meski pintu masjid ditutup tapi sholat berjemaah tetap ada.

Tadinya teman saya cuma kepengen sholat dzuhur. Kangen ke masjid katanya. Pas kebetulan ada sholat jum’at.

Saya lihat di foto jemaahnya tidak banyak. Sama seperti sholat jemaah biasa di pandemik ini. Untungnya yang jadi khotib tahu bahwa tidak ada ketentuan jumlah jemaah sholat jum’at. Yang dua orang pun bisa diadakan. Buya Hamka pernah melakukannya, kata khotib itu paginya di depan rumah saya.

Itulah jum’atan pertama masa PSBB. Di tempat lain, di sekitaran Kayuringin, Kejaksaan dan BSK juga mengadakan jum’atan. Saya tidak tahu di masjid mana tepatnya.

Tapi tulisan ini bukan untuk menghakimi. Tidak ada gunanya saling menghakimi.

Saya hanya salut sama semangat teman saya. Dulu saya juga pernah begitu. Di awal masa pandemik itu.

<>

Tag:

Tinggalkan Balasan