Joker Sejatinya

Itu benar. Tapi nggak usah bandingin sama Joker versi The Dark Knight. Mana lebih bagus. Nanti bakalan ada dua kubu yang beratem. Tapi untungnya ini stand alone movie. Yang nggak ada hubungannya sama Batman DC Universe.

Arthur Fleck seorang komedian dan badut yang gagal menghibur. Ia bekerja pada agensi badut, yang menyalurkan para pegawainya ke berbagai institusi. Arthur pernah menari untuk sebuah toko musik bangkrut, supaya menarik orang-orang membeli barang yang sudah didiskon gede-gedean. Penampilan Arthur memancing sekelompok anak remaja untuk mengerjainya. Mereka merampas papan nama yang yang dibawa Arthur. Arthur mengejar mereka. Di sebuah lorong anak-anak remaja tadi menghatam Arthur dengan papan nama. Tidak hanya itu. Mereka juga menendang dan menginjak-injak Arthur.

Arthur sepertinya memang pantas disebut aneh. Ia kerap tertawa tiba-tiba tanpa alasan. Kata ibunya ia mengidap penyakit di syaraf otaknya. Arthur juga harus konsultasi dengan psikolog untuk mendapatkan obatnya. Di dalam bis ia memasang wajah lucu pada seorang bocah kulit hitam. Tapi sang ibu menganggap Arthur mengganggunya. Arthur malah tertawa geli. Arthur ingin mengatakan pada wanita itu bahwa tertawa tiba-tiba itu penyakitnya. Tapi ia tidak bisa berhenti tertawa. Lalu ia memberikan kartu penjelasan tentang penyakitnya. Barulah wanita itu mengerti.

Peristiwa pengeroyokan terhadap Arthur mengundang rasa simpati temannya. Randall memberikan sepucuk pistol untuk menjaga diri. Antara ragu dan bimbang, Arthur pun menerimanya.

Entah apa yang akan ia lakukan dengan pistol itu. Tapi sepertinya menyenangkan. Pistol itu bisa menjadi properti melawaknya. Itulah kenapa ia selalu membawa pistol itu. Termasuk saat melakukan pertunjukan di rumah sakit untuk menghibur pasien anak-anak. Arthur, dalam pakaian badut dan jas dokter, menari dan bernyanyi. Saking semangatnya, pistol yang dibawa Arthur terjatuh. Ia pikir hanya anak-anak yang melihatnya dan menganggapnya lucu. Tapi seisi ruangan akhirnya tahu. Bos Arthur, Hoyd, juga tahu kejadian itu.

Pulang dari rumah sakit ia melihat tiga orang pria berpenampilan ala profesional wall street sedang menggoda perempuan. Tidak banyak yang bisa dilakukannya kecuali diam. Tapi entah kenapa tiba-tiba ia tertawa. Tawanya sangat keras. Sampai membuat pria-pria tadi merasa tersinggung. Melihat badut sedang mentertawakan mereka, pria-pria itu mendekati Arthur. Mula-mula mereka meledek Arthur, dan setelah itu menghajar Arthur habis-habisan. Tapi apa yang terjadi kemudian mengubah kehidupan Arthur. Arthur membalasnya dengan menembak mati mereka.

Kematian tiga pria tadi memicu gelombang anti kemapanan dalam bentuk demonstrasi sambil memakai topeng badut. Gotham saat itu memang sedang dalam masa krisis. Selain masalah sampah, terjadi kesenjangan yang teramat dalam antara si kaya dan si miskin. Tiga pria yang mati di kereta tadi merupakan pegawai perusahaan milik Thomas Wayne, seorang miliuner yang mencalonkan diri sebagai wali kota. Parahnya, Wayne pernah menyebut warga miskin Gotham sebagai badut.

Ibunda Arthur juga punya masalah sendiri. Fenny Fleck sering menulis surat untuk Thomas Wayne, mantan majikannya, dengan harapan Wayne akan membantunya. Karena itu, atas permintaan ibunya, Arthur selalu memeriksa kotak surat sebelum masuk ke apartmennya. Tapi surat yang dikirim Fenny ternyata bukan surat biasa. Arthur membaca surat terakhir yang ditulisnya. Surat yang membuat perasaannya bercampur aduk. Memang sulit dipercaya, tapi ia percaya pada ibunya yang mengatakan bahwa Thomas Wayne adalah ayahnya.

Akhirnya keraguan saya pada Todd Phillips terjawab. Saya suka alur cerita Joker yang saling terkoneksi. Joker ini juga seperti kembalinya Batman dalam Batman Begins. Seorang raja kriminal tidak datang begitu saja. Ada proses yang panjang. Sebuah penempaan. Yang mengubah seorang kurus, lemah, terpinggirkan menjadi simbol perlawanan sebagian warga Gotham. Joker sejatinya memang seperti itu. Tapi ini baru awal. Tidak bisa dibandingkan mana lebih baik; versi Todd Philips atau versi Nolan. Joker versi Nolan adalah mastermind kriminal. Seorang jenius jahat. Penyeimbang dari kecerdasan Batman. Sama-sama sadis. Tapi Joker versi Phillips adalah horror. Ia memang belum membunuh banyak. Namun emosi yang dibangun secara mendalam malah membuat penonton memihak Joker. Yang tega membunuh ibunya sendiri, menusuk leher bekas teman kerjanya, sampai menembak komedian terkenal di acaranya sendiri.

* * *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *