Hand Sanitizer

  • Ali 
hand-sanitizer

Setelah mengantar teman saya servis printer kemarin pagi, saya pergi ke Hari Hari Pasar Swalayan Bekasi Cyber Park. Untuk beli payung dan kopi sacet dan iseng-iseng nengok ke bagian sabun. Tepatnya rak hand sanitizer itu, yang Rabu lalu stoknya masih banyak. Saya sudah menduga rak itu bakalan kosong. Nuvo ukuran 50 dan 85 ml itu ludes. Hanya tersisa Antis ukuran 25 ml itu, yang harganya lumayan mahal.

Orang biasa tidak banyak yang beli. Pastinya itu sudah diborong seseorang, atau dua-tiga orang. Saya pernah tanyakan itu ke pramuniaganya.

Kejadiannya sama dengan masker. Tapi langkanya dua benda itu tidak serta merta menunjukkan sebagian besar orang Indonesia aware terhadap kasus Korona itu. Mereka menganggap penularan itu akan segera berlalu. Seperti SARS atau Flu Burung yang menghilang begitu saja. Memang berita kedua kasus itu tidak semasiv Korona. Ada pun ketakutan yang ada terjadi pada orang-orang tertentu saja, dan terlalu dilebih-lebihkan.

Untuk ukuran curah, harga hand sanitizer sudah naik sejak tiga minggu lalu. Bahkan salah satu produsen menaikkan sampai seratus ribu per galon. Penawaran harga yang sudah pernah saya buat untuk calon klien sudah tidak berguna. Tapi harga ukuran kecil 50 – 85 ml masih stabil, walaupun stok langka.

Hand sanitizer memang tidak seperti masker. Mudah dibuat. Bahan aktifnya alkohol atau etanol. Juga termasuk awet yang dalam bentuk gel. Satu botol 85ml bisa dihemat sampai sebulan. Sementara masker lebih rumit, yang dibuat khusus lengkap dengan penyaring virus.

Belakangan ini harga masker juga turun. Saya belum cek berapa harga per satu dusnya. Berita itu cukup menggembirakan. Tapi juga menyedihkan. Polisi baru saja mengerebek pabrik masker ilegal.

Tinggalkan Balasan