Bukan Nekat

  • Ali 
masjid-al-muhajirin-kayuringin-bekasi

Foto di atas itu suasana sholat Jum’at di masjid Al-Muhajirin. Dekat rumah saya. Saya mengambilnya setelah sholat dzuhur.

Jemaah terus berdatangan. Dengan masker atau tanpa masker. Di jalan masuk tempat wudhu, remaja masjid menyodorkan sabun untuk jemaah. Sebetulnya sudah ada dispenser handsoap di tempat wudhu dan hand sanitizer yang tergantung di tiap pintu masjid, tapi memperbanyak sanitasi akan mengurangi pesebaran virus Covid-19. Maka diberdayakanlah anak-anak remaja itu.

Kebetulan hari itu air PDAM (lagi-lagi) mati dan saya terpaksa berwudhu di masjid.

Untuk masuk ke area masjid di buat satu pintu sehingga saya harus berjalan lebih jauh. Saya berwudhu di keran halaman masjid. Seorang remaja masjid menawarkan sabun cair. Saya kenal anak itu walaupun ia memakai masker. Setelah berwudhu saya kembali ke rumah untuk sholat dzuhur.

Hanya masjid itu yang masih ada Jum’atannya. Masjid di sekitaran seperti masjid Istiqomah, Al-Ijtihad, Attaqwa bahkan Masjid An-Nur Islamic Center sudah tidak menyelenggarakannya. Sebagian lagi malah tidak menyelenggarakan sholat wajib yang lima waktu. Di Al-Ijtihad misalnya. Masjid itu hanya mengumandangkan adzan. Setelah itu pintu masjid dikunci. Tidak ada jemaah sholat wajib di sana. Saya tahu itu dari Irman, marbot masjid. Irman menjadi marbot masjid sejak 2007 atau sudah tiga belas tahun. Dipercaya dari DKM ke DKM. Informasinya sering dibutuhkan jemaah.

Alasan tetap diadakannya Jum’atan itu tetap sama. Belum ada yang terinfeksi. Daerah kami, di Kayuringin itu, dianggap masih hijau. Aman. Meskipun Bekasi sudah masuk daerah merah. Meskipun pernah ada ODP di Kayuringin di bulan Januari itu. Yang hasilnya negatif.

Sebenarnya tidak semua DKM atau jemaah setuju diadakan sholat Jum’at. Yang setuju menambahkan syarat ikhtiar seperti menambah hand sanitizer, sabun cuci tangan, dan satu pintu masuk. Juga tawakal. Imam memimpin do’a yang biasa dibaca pagi-petang usai sholat.


بِسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ العَلِيمُ

Bismillahilladzii laa yadhurru ma’asmihi syai’un fil ardhi wa laa fis samaa’i wa huwas samii’ul aliim.

Dengan nama Allah Yang dengan nama-Nya tidak ada sesuatu pun yang membahayakan di bumi dan tidak juga di langit, dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

<>

Tinggalkan Balasan