Baca Lagi

  • Ali 
goosebumps-manus-serigala-rawa-demam

Masih seru.

Itu lho buku Goosebumps. Yang pernah saya baca hampir 20 tahun lalu. Judulnya Manusia Serigala Rawa Demam. Buku kedua yang selesai saya baca tahun ini. Setelah Animal Farm-nya George Orwell.

Saya sengaja beli lagi buat menghidupkan kembali kebiasaan baca buku cetak.

Dulu … saya memang suka baca buku. Koleksi buku saya lumayan banyak. Sekitar 200-an. Yang sebagian besar novel.

Sebelum novel, saya baca buku fisika, ekonomi, pengembangan diri, manajemen, komputer, agama. Sekedar mau tahu aja. Beli satu-tiga buku sebulan, nggak terasa terkumpul banyak. Sekarang buku-buku itu disimpan di dalam kotak plastik dan kardus. Ada yang selesai dibaca. Ada yang tidak. Sesekali dibuka buat referensi.

Membaca buku cetak setelah sekian lama vakum ternyata sama seperti lari lagi. Harus diniatkan. Harus dipaksakan. Intinya disiplin.

Kenapa saya harus baca buku cetak?

Sebenarnya tidak ada alasan khusus sih. Baca buku cetak itu beda aja. Saya juga baca Al-Qur’an cetak. Bukan di smartphone.

Khususnya novel. Afdolnya ya baca yang cetak. Apalagi jarang ada edisi digital …. gratis.

Sebelum novel Goosebumps itu. Saya lebih dulu beli beberapa buku. The Burried Giant-Kazuo Ishiguro. Carrie-Stephen King. Little Women. Dll. Tapi ya baru dua itu yang selesai dibaca. Manusia Serigala Rawa Demam dan Animal Farm. Keduanya selesai dibaca karena bukunya tipis.

Ternyata membaca itu tidak lebih mudah dari lari satu keliling Tugu Karawang-Bekasi. Padahal nggak pakai keringatan atau ngos-ngosan. Nggak juga pakai sepatu. Manusia Serigala Rawa Demam saya selesaikan dalam waktu tepat satu minggu. Termasuk lama untuk ukuran buku tipis. Yang hanya 3-4 lembar satu babnya.

Tinggalkan Balasan